Arti Lambang & Semboyan Kota Pati

 

Lambang Daerah Kabupaten Pati yang sudah disahkan dalam Peraturan Daerah No. 1 Tahun 1971 yaitu Gambar yang berupa: “keris rambut pinutung dan kuluk kanigara”.
Bp Soelaiman Dwijosoekarto atau Mbah Leman merupakan Pencipta lambang daerah kabupaten Pati

Uenaknya Petis Kambing…

Gajahmati boleh punya Gandul. Kemiri bisa memiliki Soto. Kalau Runting? Ada Petis. Lengkap sudah. Gajahmati bawa sapi, Kemiri raja ayam, dan Runting jagonya kambing. Ketiganya merupakan nama desa di Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Mereka menawarkan makanan khas kebanggaan kota pantai utara Jawa ini.
Petis?
Ini bukan cairan pekat hitam olahan dari rebusan ikan yang mengolesi tahu goreng. Ia bukan “tahu petis” yang sudah dikenal
umum. Petis yang satu ini merupakan variasi masakan daging kambing.
 Masakan ini bisa dimakan gado atau boleh dilahap dengan nasi. Sama nikmatnya. Plus murah meriah.

Baca pos ini lebih lanjut

Kethoprak Siswa Budaya

Kesenian Kethoprak adalah kesenian tradisional asli Jawa khusunya Jawa Tengah dan DIY yang diyakini sebagai cikal-bakal seni pentas , drama , film dan juga sinetron. Selain menonjolkan unsur cerita rakyat atau babad di dalam kesenian kethoprak ini mengemas berbagai macam seni dalam satu pertunjukan yang memikat. Sebagai misal jika kita menyaksikan pertunjukan kethoprak didalamya pasti ada unsur seni suara , seni tari , seni music dan juga seni peran itu sendiri. Oleh karena itu kesenian kethoprak ini bisa dikatakan sebagai kolaborasi berbagai seni yang dipadukan sehingga menghasilkan pertunjukan yang memikat dan juga menghibur .

Baca pos ini lebih lanjut

Misteri Gerbang Majapahit

Liputan6.com,Meski pusat Kerajaan Majapahit terletak di Mojokerto, Jawa Timur, namun Kabupaten Pati, Jawa Tengah menyimpan satu objek wisata andalan, yakni bekas pintu gerbang Kerajaan Majapahit. Pemerintah daerah setempat berhasil menjadikan peninggalan bersejarah di Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo atau empat kilometer arah barat laut Kota Pati itu sebagai salah objek wisata andalan untuk pemasukan daerah belakangan ini.

Baca pos ini lebih lanjut

Riwayat Sendang Sani…

Desa Sani tidak begitu dikenal oleh masyarakat kebanyakan. Walaupun begitu Desa Sani mempunyai kenangan tersendiri yang tidak mudah dilupakan oleh penduduknya. Desa Sani sebenarnya berasal dari sebuah sendang yang ditempati oleh seekor bulus, penjelmaan dari seorang abdi Sunan Bonang.

Pada Zaman dahulu, khususnya di Jawa, banyak berdiri kerajaan-kerajaan Islam. Khususnya kerajaan Demak yang didirikan oleh Raden Patah. Di Demak terkenallah para wali yang giat menyebarkan agama islam. Para Wali itu berjumlah sembilan orang dengan sebutan “Wali Songo”. Di antara kesembilan wali itu terdapatlah seorang wali bernama Sunan Bonang.

Baca pos ini lebih lanjut

Soto Kemiri…

 

Salah satu makanan khas dari Kabupaten Pati selain nasi gandul, adalah Soto Kemiri. Seperti soto dari daerah lain yang lebih dahulu dikenal masyarakat seperti Soto Kudus, Soto Kemiri juga menggunakan daging ayam (soto ayam). Makanan khas ini membutuhkan bumbu brambang (bawang merah), bawang putih, kencur, kemiri, lengkuas, jinten, merica, jahe, dan santan. Soto kemiri biasa disajikan tanpa penyedap makanan. Cara memasak soto kemiri pun tidak sulit, cukup menggunakan kuali dari bahan tanah liat serta dipanaskan dengan bahan bakar kayu. Salah satu cara menengarai soto khas Pati ini adalah aroma kemirinya yang lebih menonjol dan kuahnya lebih encer dibanding soto dari daerah lain.
Baca pos ini lebih lanjut

Juwana

Juwana adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota Juwana terletak di jalur pantura yang menghubungkan kota Pati dan kota Rembang. Kecamatan ini mempunyai banyak lapangan kerja. Hal yang menjadi ciri khas Kecamatan Juwana adalah usaha kerajinan logam kuningan yang sebagian besar terdapat di Desa Growong Lor dan sekitarnya, serta usaha tambak perikanan di Desa Bajomulya, Agung Mulyo dan desa-desa sekitarnya.

Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.